Matcha Kuliner Organik




Category: MATCHA
Catatan Rasa dan Cara Penggunaan: Matcha Kuliner premium kami memiliki tekstur halus, aroma vegetal yang lembut, dan warna hijau muda yang cerah. Matcha Kuliner Grade A organik kami adalah bubuk teh hijau Jepang berkualitas tinggi yang sangat cocok untuk matcha latte, cold brew, smoothie, kue, protein shake, matcha lemonade, dan masakan. Anda bisa meminum Matcha Kuliner langsung, tetapi di Jepang matcha ini secara tradisional digunakan untuk aplikasi kuliner karena rasanya lebih kuat daripada Matcha Seremonial.
Bahan: matcha organik kuliner grade A dari Shizuoka, Jepang
Ukuran Kemasan + Takaran Saji:
Untuk matcha grade ini,
1 sendok teh setara dengan sekitar 1 porsi.
1 porsi dianggap sebagai satu cangkir matcha siap minum berukuran 4-8 oz yang dikocok.
Kami menawarkan matcha ini dalam dua ukuran kemasan:
- 100 gram (3,5 oz) sekitar 50 porsi
- 227 gram (8,0 oz) sekitar 110 porsi
Manfaat Matcha: Penelitian menunjukkan matcha dapat meningkatkan fungsi otak dan membantu Anda tetap waspada. Matcha juga kaya antioksidan, dapat membantu melindungi hati dengan membantu membuang racun, dapat meningkatkan kesehatan jantung, dan beberapa penelitian menunjukkan matcha memiliki kandungan anti-kanker yang tinggi.
Asal dan Budidaya: Matcha Kuliner kami dipanen pada pertengahan musim panas, yang lebih lambat dari musim panen Matcha Seremonial, dan digiling menjadi bubuk yang lebih kasar daripada Matcha Seremonial. Hasilnya adalah matcha yang kuat dan berani yang tetap terasa nikmat saat dicampur dengan bahan lain untuk kue dan matcha latte - susu oat/almond, dll.
Baik Matcha Kuliner maupun Matcha Seremonial kami dibudidayakan dari daun teh tencha* organik yang ditanam di bawah naungan di kebun teh di Shizuoka, Jepang; kemudian digiling dengan batu menjadi bubuk teh hijau di kebun yang sama.
*Tencha mengacu pada daun teh yang lembut dan diproses minimal yang secara khusus ditanam dan disiapkan untuk produksi matcha. Tencha adalah sebutan untuk daun teh setelah dipanen, dikukus, dikeringkan, dan dipanggang, tetapi belum digiling dengan batu atau dihaluskan. Setelah daun tencha digiling menjadi bubuk halus, tencha berubah menjadi produk akhir - matcha.







